This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label SAINS. Show all posts
Showing posts with label SAINS. Show all posts

Saturday, 14 June 2014

PENGERTIAN GAYA LORENTZ(complete)

ramanurkholiq.blogspot.com-Gaya Lorentz adalah gaya (dalam bidang fisika) yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet, B. Arah gaya ini akan mengikuti arah maju skrup yang diputar dari vektor arah gerak muatan listrik (v) ke arah medan magnet, B, seperti yang terlihat dalam rumus berikut:

    \mathbf{F} = q (\mathbf{v} \times \mathbf{B})

di mana :

    F adalah gaya (dalam satuan/unit newton)
    B adalah medan magnet (dalam unit tesla)
    q adalah muatan listrik (dalam satuan coulomb)
    v adalah arah kecepatan muatan (dalam unit meter per detik)
    × adalah perkalian silang dari operasi vektor.

Untuk gaya Lorentz yang ditimbulkan oleh arus listrik, I, dalam suatu medan magnet (B), rumusnya akan terlihat sebagai berikut (lihat arah gaya dalam kaidah tangan kanan):

    \mathbf{F} = \mathbf{L} I \times \mathbf{B} \,

di mana

    F = gaya yang diukur dalam unit satuan newton
    I = arus listrik dalam ampere
    B = medan magnet dalam satuan tesla
    \times = perkalian silang vektor, dan
    L = panjang kawat listrik yang dialiri listrik dalam satuan meter.

Thursday, 5 June 2014

Reproduksi pada Manusia

1. Alat Reproduksi Pria
Alat kelamin dalam pria terdiri atas:
a. TesTes
  Berjumlah sepasang, dan berbentuk bulat telur. Organ ini tersimpan dalam suatu kantung pelindung yang disebut skrotum (kantong buah zakar) dan terletak diluar rongga perut, berfungsi untuk menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan juga hormon kelamin jantan yaitu testosteron. Testis banyak mengandung pembuluh halus disebut tubulus seminiferus.
b. Saluran Reproduksi
  Saluran Reproduksi bisa di bagi menjadi 2 bagian :
-     Epididimis, yaitu saluran panjang berkelok-kelok yang terdapat di dalam skrotum yang keluar dari testis. Setiap testis mempunyai satu epididimis, sehingga jumlahnya sepasang, kanan dan kiri. Saluran ini panjang dan berbelok-belok di dalam skrotum. Di dalam epididimis ini sperma disimpan untuk sementara dan menjadi matang sehingga dapat bergerak.

-    Vas deferens, yaitu saluran yang merupakan lanjutan dari epididimis. Bagian ujung saluran ini terdapat di dalam kelenjar prostata. Fungsi vas deferens ialah sebagai jalan sperma dari epididimis ke kantung sperma (vesicula seminalis).
c. Kelenjar Kelamin
Di samping saluran kelamin, alat kelamin dilengkapi dengan kelenjar kelamin, yang bertugas menghasilkan sekrit (getah) yaitu:

-    Vesicula seminalis (kantung sperma): berjumlah sepasang, dan menjadi satu kantong. Dindingnya dapat menghasilkan cairan berwarna kekuningan yang banyak mengandung makanan untuk sperma.

-    Kelenjar prostat:     getah yang dihasilkan dialirkan ke saluran sperma.

-    Kelenjar bulbo uretra: menghasilkan getah

-    Kelenjar Cowper: terdapat pada pangkal urethra. Getah yang diproduksi berupa lendir dan dialirkan ke urethra.

Sperma bersama getah yang diproduksi oleh kelenjar kelamin tadi akan membentuk suatu komponen yang disebut semen. Semen ini akan dipancarkan keluar melalui uretra yang terdapat di dalam penis (alat kelamin luar pria).
d. Urethra
   Urethra ialah saluran yang terdapat di dalam penis yang mempunyai dua fungsi, yaitu:

-    sebagai saluran urine dari kandung kemih (vesica urinaria) keluar tubuh

-    sebagai saluran untuk jalannya semen dari kantong semen.

Alat kelamin luar pria terdiri atas:
     1. Penis
Merupakan organ yang berperan untuk kopulasi (persetubuhan). Kopulasi adalah hubungan kelamin (senggama) antara pria dan wanita yang bertujuan untuk memindahkan semen ke dalam rahim wanita. Dari dalam penis terdapat uretra berupa saluran yang dikelilingi oleh jaringan yang banyak mengandung rongga darah (korpus cavernosum). Apabila karena sesuatu hal korpus cavernosum itu penuh berisi darah, maka penis akan tegang dan mengembang disebut ereksi. Hanya dalam keadaan ereksilah penis dapat melakukan tugas sebagai alat kopulasi. Alat reproduksi pada pria mulai berfungsi semenjak masa puber (± 14 tahun) sampai tua selama manusia itu dalam keadaan sehat.
     2. Scrotum
Merupakan kantung tempat kedua testis berada.

2. Alat Reproduksi Wanita
Seperti halnya pria, alat reproduksi wanita juga terdiri atas alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.
Alat kelamin luar wanita terdiri atas:
a.    Celah luar yang disebut vulva.

b.    Di sebelah kiri dan kanan celah ini dibatasi oleh sepasang bibir, yaitu bibir besar (labium mayor) dan bibir kecil (labium minor).

c.    Di sebelah depan dari vulva terdapat tonjolan yang disebut kelentit (klitoris), yang sejarah terjadinya sama dengan perkembangan penis pada pria.

d.    Ke dalam vulva ini bermuara dua saluran, yaitu saluran urine (urethra) dan saluran kelamin (vagina).
a. Ovarium ( Lindung Telur )
Berjumlah sepasang, kecil, dan alat ini terdapat dalam rongga badan, didaerah pinggang, bentuknya seperti telur. Di dalam ovarium terdapat jaringan kelenjar buntu (kelenjar endokrin) dan jaringan yang membuat sel telur (ovum) yang disebut folikel.
b. Saluran Reproduksi
-    Saluran telur (tuba fallopi), berjumlah sepasang, kanan dan kiri. Pada bagian pangkalnya berbentuk corong yang disebut infundibulum. Infundibulum dilengkapi dengan jumbai-jumbai yang berfungsi untuk menangkap sel telur yang telah masak dan lepas dari ovarium.

-    Rahim (uterus), bertipe simpleks, artinya hanya memiliki satu ruangan. Berbentuk buah pir, dan bagian bawahnya mengecil disebut leher rahim (cervix). Dinding rahim terdiri atas beberapa lapisan otot dan jaringan epitel. Lapisan terdalam yang membatasi rongga rahim terdiri atas jaringan epitel yang disebut endometrium atau selaput rahim. Lapisan ini banyak menghasilkan lendir dan banyak mengandung pembuluh darah. Sebulan sekali, yaitu pada waktu menstruasi (haid), lapisan ini dilepaskan yang diikuti dengan pendarahan. Dinding rahim akan selalu mengalami perubahan ketebalan, dan peristiwanya dipengaruhi oleh hormon.
-    Vagina, merupakan akhir dari saluran kelamin dalam yang terdapat dalam vulva dan merupakan organ persetubuhan bagi wanita. Karena fungsinya yang penting yakni untuk melahirkan bayi, maka organ ini banyak mempunyai banyak lipatan. Hal ini mempermudah wanita pada waktu melahirkan bayinya, sehingga vagina tersebut tidak sobek. Dinding vagina mempunyai banyak selaput lendir yang berkelenjar, salah satu kelenjar yang penting ialah glandula Bartholini.
Mekanisme produksi ovum dan siklus menstruasi

  Ovarium seorang wanita mampu memproduksi sel telur setelah masa puber sampai dewasa subur, yaitu berkisar antara umur 12 sampai dengan 50 tahun. Setelah sel telur habis diovulasikan, maka seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi (haid), dan disebut masa menopause. Pada masa menopause alat reproduksi tidak berfungsi lagi dan mengecil, karena berkurangnya produksi hormon kelamin.

Mekanisme produksi sel telur oleh folikel diatur oleh hormon yang dihasilkan hipofisis. Mekanisme produksi sel telur dan siklus menstruasi adalah sebagai berikut.

-    Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone). Hormon ini berfungsi untuk memacu pembentukan folikel dalam ovarium.

-    Folikel yang sedang tumbuh tersebut memproduksi hormon estrogen. Fungsi hormon estrogen ialah:

merangsang pertumbuhan endometrium dinding rahim
menghambat produksi FSH oleh pituitari
memacu pituitari untuk memproduksi hormon LH (Luteinizing Hormone). Keluarnya LH dari hipofisis menyebabkan telur masak, dan keluar dari dalam folikel, peristiwa inilah yang disebut ovulasi.
-    Setelah telur masak dan meninggalkan ovarium, LH mengubah folikel menjadi badan berwarna kuning yang disebut korpus luteum. Dan sekarang tidak mampu memproduksi estrogen lagi, tetapi mampu memproduksi hormon progesteron. Hormon progesteron berfungsi untuk  mempercepat dan mempertahankan pertumbuhan endometrium.
-    Bila sel telur yang keluar dari ovarium tidak dibuahi, produksi estrogen terhenti. Hal ini menyebabkan kadar estrogen dalam darah sangat rendah, akibatnya aktivitas hipofisis untuk memproduksi LH juga menurun. Penurunan produksi LH menyebabkan korpus luteum tidak dapat memproduksi progesteron. Tidak adanya progesteron dalam darah menyebabkan penebalan dinding rahim tidak dapat dipertahankan, selanjutnya akan luruh dan terjadilah pendarahan. Inilah yang disebut menstruasi.

-    Bila terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, maka zigot yang terbentuk akan melakukan nidasi / transplantasi (penanaman diri) pada endometrium.  Zigot akan berkembang menjadi embrio, terus menjadi janin. Selanjutnya placenta janin yang terbentuk akan menghasilkan HCG (Human Chorionic Gonadotropic) yang akan menggantikan peran progesteron. Janin ini mendapat makanan dari tubuh induknya dengan perantaraan plasenta (ari-ari / tembuni).

Selaput pembungkus embrio terdiri dari amnion, korion, sakus vitelinus dan alantois.

 Janin kucing sebagai contoh perbandingan: 1 umbilicus, 2 amnion, 3 allantois, 4 kantung kuning telur, 5 perdarahan, 6 placenta


Sakus vitelinus (kantong kuning telur) terletak di antara amnion dan plasenta, merupakan tempat pembentukan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah yang pertama. Selaput-selaput tersebut berfungsi untuk:

Melindungi embrio terhadap kekeringan dan goncangan-goncangan.
Membantu proses pernapasan, ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnyaselama kehidupannya didalam rahim.

Amnion
Merupakan selaput yang membatasi ruangan amnion di mana terdapat embrio. Dinding amnion menghasilkan cairan berupa air ketuban yang berguna untuk menjaga agar embrio tetap basah dan tahan goncangan.
Korion
Merupakan selaput yang terdapat di sebelah luar amnion. Korion dan alantois akan tumbuh keluar membentuk jonjot dan berhubungan dengan dinding rahim. Jonjot-jonjot korion menempel pada dinding rahim. Di dalamnya terdapat pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan dengan peredaran darah ibu dengan perantaraan plasenta.
Alantois
Terletak di dalam tali pusat. Jaringan epitelnya menghilang dan yang menetap adalah pembuluh-pembuluh darahnya yang berfungsi untuk menghubungkan sirkulasi embrio dengan plasenta. Plasenta dengan embrio dihubungkan oleh tali pusat. Di dalamnya terdapat 2 buah pembuluh nadi dan sebuah pembuluh balik yang berhubungan dengan pembuluh-pembuluh darah di dalam plasenta. Zat makanan dan oksigen dari pembuluh darah induknya melalui plasenta ke tali pusat dan selanjutnya ke pembuluh darah embrio. Sedang zat sisa metabolisma dan CO2 dari pembuluh darah embrio, ke tali pusat, terus ke plasenta, dan akhirnya dialirkan ke pembuluh darah ibu. Bila pertumbuhan dan perkembangan janin telah sempurna, janin akan keluar melalui vagina. Selubung janin akan pecah, diikuti keluarnya plasenta.



Tuesday, 3 June 2014

Hukum Newton


ramanurkholiq.blogspot.com-Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad, dan dapat dirangkum sebagai berikut:

Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut.Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan). Hal ini berlaku jika dilihat dari kerangka acuan inersial.
Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu.
Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya.
Ketiga hukum gerak ini pertama dirangkum oleh Isaac Newton dalam karyanya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, pertama kali diterbitkan pada 5 Juli 1687.[5] Newton menggunakan karyanya untuk menjelaskan dan meniliti gerak dari bermacam-macam benda fisik maupun sistem.[6] Contohnya dalam jilid tiga dari naskah tersebut, Newton menunjukkan bahwa dengan menggabungkan antara hukum gerak dengan hukum gravitasi umum, ia dapat menjelaskan hukum pergerakan planet milik Kepler.
Tinjauan

Hukum Newton diterapkan pada benda yang dianggap sebagai partikel,dalam evaluasi pergerakan misalnya, panjang benda tidak dihiraukan, karena obyek yang dihitung dapat dianggap kecil, relatif terhadap jarak yang ditempuh. Perubahan bentuk (deformasi) dan rotasi dari suatu obyek juga tidak diperhitungkan dalam analisisnya. Maka sebuah planet dapat dianggap sebagai suatu titik atau partikel untuk dianalisa gerakan orbitnya mengelilingi sebuah bintang.

Dalam bentuk aslinya, hukum gerak Newton tidaklah cukup untuk menghitung gerakan dari obyek yang bisa berubah bentuk (benda tidak padat). Leonard Euler pada tahun 1750 memperkenalkan generalisasi hukum gerak Newton untuk benda padat yang disebut hukum gerak Euler, yang dalam perkembangannya juga dapat digunakan untuk benda tidak padat. Jika setiap benda dapat direpresentasikan sebagai sekumpulan partikel-partikel yang berbeda, dan tiap-tiap partikel mengikuti hukum gerak Newton, maka hukum-hukum Euler dapat diturunkan dari hukum-hukum Newton. Hukum Euler dapat dianggap sebagai aksioma dalam menjelaskan gerakan dari benda yang memiliki dimensi.
Hukum Pertama Newton

Lex I: Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum, nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare.
Hukum I: Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.
Hukum ini menyatakan bahwa jika resultan gaya (jumlah vektor dari semua gaya yang bekerja pada benda) bernilai nol, maka kecepatan benda tersebut konstan. Dirumuskan secara matematis menjadi:
Artinya :

Sebuah benda yang sedang diam akan tetap diam kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya.
Sebuah benda yang sedang bergerak, tidak akan berubah kecepatannya kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya.
Hukum pertama newton adalah penjelasan kembali dari hukum inersia yang sudah pernah dideskripsikan oleh Galileo. Dalam bukunya Newton memberikan penghargaan pada Galileo untuk hukum ini. Aristoteles berpendapat bahwa setiap benda memilik tempat asal di alam semesta: benda berat seperti batu akan berada di atas tanah dan benda ringan seperti asap berada di langit. Bintang-bintang akan tetap berada di surga. Ia mengira bahwa sebuah benda sedang berada pada kondisi alamiahnya jika tidak bergerak, dan untuk satu benda bergerak pada garis lurus dengan kecepatan konstan diperlukan sesuatu dari luar benda tersebut yang terus mendorongnya, kalau tidak benda tersebut akan berhenti bergerak. Tetapi Galileo menyadari bahwa gaya diperlukan untuk mengubah kecepatan benda tersebut (percepatan), tapi untuk mempertahankan kecepatan tidak diperlukan gaya. Sama dengan hukum pertama Newton : Tanpa gaya berarti tidak ada percepatan, maka benda berada pada kecepatan konstan.


Hukum Kedua Newton

Hukum kedua menyatakan bahwa total gaya pada sebuah partikel sama dengan banyaknya perubahan momentum linier p terhadap waktu :
Karena hukumnya hanya berlaku untuk sistem dengan massa konstan, variabel massa (sebuah konstan) dapat dikeluarkan dari operator diferensial dengan menggunakan aturan diferensiasi. Maka,
Dengan F adalah total gaya yang bekerja, m adalah massa benda, dan a adalah percepatan benda. Maka total gaya yang bekerja pada suatu benda menghasilkan percepatan yang berbanding lurus.
Massa yang bertambah atau berkurang dari suatu sistem akan mengakibatkan perubahan dalam momentum. Perubahan momentum ini bukanlah akibat dari gaya. Untuk menghitung sistem dengan massa yang bisa berubah-ubah, diperlukan persamaan yang berbeda.

Sesuai dengan hukum pertama, turunan momentum terhadap waktu tidak nol ketika terjadi perubahan arah, walaupun tidak terjadi perubahan besaran. Contohnya adalah gerak melingkar beraturan. Hubungan ini juga secara tidak langsung menyatakan kekekalan momentum: Ketika resultan gaya yang bekerja pada benda nol, momentum benda tersebut konstan. Setiap perubahan gaya berbanding lurus dengan perubahan momentum tiap satuan waktu.

Hukum kedua ini perlu perubahan jika relativitas khusus diperhitungkan, karena dalam kecepatan sangat tinggi hasil kali massa dengan kecepatan tidak mendekati momentum sebenarnya.

Implus
Impuls J muncul ketika sebuah gaya F bekerja pada suatu interval waktu Δt, dan dirumuskan sebagai
Impuls adalah suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis tumbukan.

Sistem Dengan Masa Berubah.
Sistem dengan massa berubah, seperti roket yang bahan bakarnya digunakan dan mengeluarkan gas sisa, tidak termasduk dalam sistem tertutup dan tidak dapat dihitung dengan hanya mengubah massa menjadi sebuah fungsi dari waktu di hukum kedua. Alasannya, seperti yang tertulis dalam An Introduction to Mechanics karya Kleppner dan Kolenkow, adalah bahwa hukum kedua Newton berlaku terhadap partikel-partikel secara mendasar. Pada mekanika klasik, partikel memiliki massa yang konstant. Dalam kasus partikel-partikel dalam suatu sistem yang terdefinisikan dengan jelas, hukum Newton dapat digunakan dengan menjumlahkan semua partikel dalam sistem:
dengan Ftotal adalah total gaya yang bekerja pada sistem, M adalah total massa dari sistem, dan apm adalah percepatan dari pusat massa sistem.

Sistem dengan massa yang berubah-ubah seperti roket atau ember yang berlubang biasanya tidak dapat dihitung seperti sistem partikel, maka hukum kedua Newton tidak dapat digunakan langsung. Persamaan baru digunakan untuk menyelesaikan soal seperti itu dengan cara menata ulang hukum kedua dan menghitung momentum yang dibawa oleh massa yang masuk atau keluar dari sistem:

dengan u adalah kecepatan dari massa yang masuk atau keluar relatif terhadap pusat massa dari obyek utama. Dalam beberapa konvensi, besar (u dm/dt) di sebelah kiri persamaan, yang juga disebut dorongan, didefinisikan sebagai gaya (gaya yang dikeluarkan oleh suatu benda sesuai dengan berubahnya massa, seperti dorongan roket) dan dimasukan dalam besarnya F. Maka dengan mengubah definisi percepatan, persamaan tadi menjadi. 

Sejarah

Hukum kedua Newton dalam bahasa aslinya (latin) berbunyi:

Lex II: Mutationem motus proportionalem esse vi motrici impressae, et fieri secundum lineam rectam qua vis illa imprimitur.
Diterjmahkan dengan cukup tepat oleh Motte pada tahun 1729 menjadi:

Law II: The alteration of motion is ever proportional to the motive force impress'd; and is made in the direction of the right line in which that force is impress'd.
Yang dalam Bahasa Indonesia berarti:

Hukum Kedua: Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang dihasilkan / bekerja, dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya dan benda.

Hukum Ketiga Newton

Lex III: Actioni contrariam semper et æqualem esse reactionem: sive corporum duorum actiones in se mutuo semper esse æquales et in partes contrarias dirigi.
Hukum ketiga : Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.
Benda apapun yang menekan atau menarik benda lain mengalami tekanan atau tarikan yang sama dari benda yang ditekan atau ditarik. Kalau anda menekan sebuah batu dengan jari anda, jari anda juga ditekan oleh batu. Jika seekor kuda menarik sebuah batu dengan menggunakan tali, maka kuda tersebut juga "tertarik" ke arah batu: untuk tali yang digunakan, juga akan menarik sang kuda ke arah batu sebesar ia menarik sang batu ke arah kuda.

Hukum ketiga ini menjelaskan bahwa semua gaya adalah interaksi antara benda-benda yang berbeda,
maka tidak ada gaya yang bekerja hanya pada satu benda. Jika benda A mengerjakan gaya pada benda B, benda B secara bersamaan akan mengerjakan gaya dengan besar yang sama pada benda A dan kedua gaya segaris. Seperti yang ditunjukan di diagram, para peluncur es (Ice skater) memberikan gaya satu sama lain dengan besar yang sama, tapi arah yang berlawanan. Walaupun gaya yang diberikan sama, percepatan yang terjadi tidak sama. Peluncur yang massanya lebih kecil akan mendapat percepatan yang lebih besar karena hukum kedua Newton. Dua gaya yang bekerja pada hukum ketiga ini adalah gaya yang bertipe sama. Misalnya antara roda dengan jalan sama-sama memberikan gaya gesek.

Secara sederhananya, sebuah gaya selalu bekerja pada sepasang benda, dan tidak pernah hanya pada sebuah benda. Jadi untuk setiap gaya selalu memiliki dua ujung. Setiap ujung gaya ini sama kecuali arahnya yang berlawanan. Atau sebuah ujung gaya adalah cerminan dari ujung lainnya.

Secara matematis, hukum ketiga ini berupa persamaan vektor satu dimensi, yang bisa dituliskan sebagai berikut. Asumsikan benda A dan benda B memberikan gaya terhadap satu sama lain.

Dengan

Fa,b adalah gaya-gaya yang bekerja pada A oleh B, dan
Fb,a adalah gaya-gaya yang bekerja pada B oleh A.
Newton menggunakan hukum ketiga untuk menurunkan hukum kekekalan momentum,namun dengan pengamatan yang lebih dalam, kekekalan momentum adalah ide yang lebih mendasar (diturunkan melalui teorema Noether dari relativitas Galileo dibandingkan hukum ketiga, dan tetap berlaku pada kasus yang membuat hukum ketiga newton seakan-akan tidak berlaku. Misalnya ketika medan gaya memiliki momentum, dan dalam mekanika kuantum.

Pentingnya Hukum Newton Dan jangkauan Validitasnya

Hukum-hukum Newton sudah diverifikasi dengan eksperimen dan pengamatan selama lebih dari 200 tahun, dan hukum-hukum ini adalah pendekatan yang sangat baik untuk perhitungan dalam skala dan kecepatan yang dialami oleh manusia sehari-hari. Hukum gerak Newton dan hukum gravitasi umum dan kalkulus, (untuk pertama kalinya) dapat memfasilitasi penjelasan kuantitatif tentang berbagai fenomena-fenomena fisis.

Ketiga hukum ini juga merupakan pendekatan yang baik untuk benda-benda makroskopis dalam kondisi sehari-hari. Namun hukum newton (digabungkan dengan hukum gravitasi umum dan elektrodinamika klasik) tidak tepat untuk digunakan dalam kondisi tertentu, terutama dalam skala yang amat kecil, kecepatan yang sangat tinggi (dalam relativitas khususs, faktor Lorentz, massa diam, dan kecepatan harus diperhitungkan dalam perumusan momentum) atau medan gravitasi yang sangat kuat. Maka hukum-hukum ini tidak dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena seperti konduksi listrik pada sebuah semikonduktor, sifat-sifat optik dari sebuah bahan, kesalahan pada GPS sistem yang tidak diperbaiki secara relativistik, dan superkonduktivitas. Penjelasan dari fenomena-fenomena ini membutuhkan teori fisika yang lebih kompleks, termasuk relativitas umum dan teori medan kuantum.

Dalam mekanika kuantum konsep seperti gaya, momentum, dan posisi didefinsikan oleh operator-operator linier yang beroperasi dalam kondisi kuantum, pada kecepatan yang jauh lebih rendah dari kecepatan cahaya, hukum-hukum Newton sama tepatnya dengan operator-operator ini bekerja pada benda-benda klasik. Pada kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya, hukum kedua tetap berlaku
seperti bentuk aslinya 

, yang menjelaskan bahwa gaya adalah turunan dari momentum suatu benda terhadap waktu, namun beberapa versi terbaru dari hukum kedua tidak berlaku pada kecepatan relativistik.

Hubungan Dengan Hukum Kekekalan

Di fisika modern, hukum kekekalan dari momentum, energi, dan momentum sudut berlaku lebih umum daripada hukum-hukum Newton, karena mereka berlaku pada cahaya maupun materi, dan juga pada fisika klasik maupun fisika non-klasik.

Secara sederhana, "Momen, energi, dan momentum angular tidak dapat diciptakan atau dihilangkan."

Karena gaya adalah turunan dari momen, dalam teori-teori dasar (seperti mekanika kuantum, elektrodinamika kuantum, relativitas umum, dsb.), konsep gaya tidak penting dan berada dibawah kekekalan momentum.

Model standar dapat menjelaskan secara terperinci bagaimana tiga gaya-gaya fundamental yang dikenal sebagai gaya-gaya gauge, berasal dari pertukaran partikel virtual. Gaya-gaya lain seperti gravitasi dan tekanan degenerasi fermionic juga muncul dari kekekalan momentum. Kekekalan dari 4-momentum dalam gerak inersia melalui ruang-waktu terkurva menghasilkan yang kita sebut sebagai gaya gravitasi dalam teori relativitas umum.

Kekekalan energi baru ditemukan setelah hampir dua abad setelah kehidupan Newton, adanya jeda yang cukup panjang ini disebabkan oleh adanya kesulitan dalam memahami peran dari energi mikroskopik dan tak terlihat seperti panas dan cahaya infra-merah.








Monday, 2 June 2014

Arus Listrik

A. Arus Listrik
Dalam pembahasan listrik statis, kita telah mempelajari pengertian elektron. Elektron adalah pembawa muatan listrik negative. Elektron dapat berpindah atau mengalir. Bagaimana dengan muatan listrik positif ? untuk memahaminya, perhatikan gambar berikut,
(a) arah arus listrik dan (b) arah gerak elektron
 Gambar di atas (a) memperlihatkan bahwa benda A dan B bermuatan positif. Benda A kekurangan  banyak elektron, sedangkan benda B kekurangan sedikit elektron. Dikatakan, benda A memiliki potensial tinggi, sedangkan  benda B memiliki potensial rendah.
            Untuk gambar (b), benda A dan benda B bermuatan negatif. Benda B lebih banyak kelebihan elektron daripada benda A. dikatakan potensial benda B lebih rendah daripada benda A. jika A dan B dihubungkan dengan penghantar, elektron mengalir dari B ke A. Elektron mengalir dari tempat yang potensialnya rendah ke tempat potensialnya tinggi.
            Selama elektron mengalir, di dalam penghantar terjadi arus listrik. Jadi, arus listrik adalah aliran elektron atau muatan negatif. Andaikan muatan positif dapat mengalir maka muatan positif mengalir dari tempat yang potensialnya tinggi ke tempat potensialnya rendah.
            Sebelum mengenal elektron, para ahli beranggapan bahwa arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Oleh karena itu, sekarang disepakati bahwa arus listrik adalah arah aliran muatan positif, yaitu dari potensial tinggi ke potensial rendah.

1. Proses Terjadinya Arus Listrik
 Pada pembahasan sebelumnya telah disinggung potensial tinggi dan potensial rendah. Apakah potensial listrik itu ? 
Potensial listrik disebut juga tegangan listrik atau tekanan listrik, yaitu usaha yang diperlukan untuk memindahkan matan listrik positif. Hal ini dapat disamakan seperti tekanan yang menyebabkan aliran air. Untuk memahaminya, coba kita lakukan kegiatan berikut :
a.                Kita siapkan alat dan bahan diantaranya :

           -          Bejana berlubang dibuat dari bekas botol plastik air minum 2 buah
           -          Air 
b.       Jika alat dan bahan telah siap, maka langkah kerja yang kita lakukan adalah sebagai berikut :

          -          Kita siapkan dua bejana dengan diberi label A dan B
          -          Kita tutup kedua lubang dengan penyumbat
          -          Kita isi bejana A dengan 400 mL air (2 gelas), dan bejana B dengan 200 mL air
                      -     Kita buka kedua penyumbat secara bersamaan. Kira-kira pada bejana mana air 
                             memancar paling kuat ? Mengapa demikian ?
    tekanan air pada bejana A lebih besar daripada bejana B ?
-     Apa yang dapat kita simpulkan dari percobaan di atas ?

Pada kegiatan percobaan diatas, dari bejana A air lebih kuat daripada bejana B. Hal ini disebabkan tekanan air di A besar atau potensialnya besar, sedangkan pada bejana B tekanannya kecil atau potensialnya kecil. Kita ulangi kegiatan itu, tetapi kedua bejana dihubungkan dengan selang plastik kecil (gambar a di bawah ini).
 Gambar kiri : Air mengalir dari A ke B dan                            Gambar kanan : Pompa air, menjaga
dan berhenti setelah tekanannya sama                                    agar tekanan A selalu lebih besar dari-
                                                                                             pada B
Air mengalir dari bejana A ke bejana B akan berhenti apabila tinggi permukaan air pada bejana A dan B sama atau potensialnya sama. Agar air dapat mengalir terus-menerus, harus dipasang sebuah pompa untuk memindahkan air dari bejana B ke bejana A. Kita perhatikan gambar (b) !
      Arus listrik dapat digambarkan sebagai aliran air, seperti kegiatan percobaan kedua. Jadi dapat dinyatakan bahwa :
-          Arus listrik mengalir jika ada beda potensial
-          Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah

Arus listrik akan berhenti mengalir apabila tidak ada lagi perbedaan potensial listrik. Pada rangkaian listrik, alat yang berfungsi seperti pompa air, yaitu mengalirkan arus listrik secara terus-menerus disebut sumber tegangan.
Sumber tegangan berfungsi memindahkan muatan listrik dari potensial rendah ke potensial tinggi. Di dalam rangkaian listrik, sumber tegangan menjaga agar potensial ujung penghantar yang satu selalu lebih tinggi daripada potensial ujung penghantar yang lain. Dengan demikian, muatan listrik tetap dapat mengalir. 

2. Kuat Arus
Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui penampang suatu penghantar setiap sekon. Alat untuk mengukur kuat arus adalah amperemeter. Ciri sebuah amperemeter ialah adanya huruf A pada daftar skala alat itu (seperti gambar di bawah).

   (a) amperemeter biasa, (b) amperemeter digital, dan
                                         (c) penunjukan skala pada amperemeter
Cara pemakaiannya, amperemeter dipasang seri dalam suatu rangkaian. Dalam skema rangkaian listrik, amperemeter dilambangkan :
B. Petunjug Penggunaan Amperemeter

Untuk menghindari kesalahan dalam melakukan pengukuran kuat arus dengan menggunakan amperemeter, kita perhatikan petunjuk berikut :                                                                                           -     Kita hubungkan terminal-terminal amperemeter dengan polaritas yang benar. Terminal negatif          
dihubungkan dengan negatif sumber, terminal positif dihubungkan dengan positif sumber
2         -     Kabel pengujian merah biasanya digunakan untuk kutub positif, kabel hitam atau biru untuk kutub 
                  negatif
           -     Kita gunakan kisaran atau batas ukur yang sesuai atau lebih tinggi. Misalnya, untuk mengukur kuat 
                 arus 65 mA digunakan amperemeter dengan kisaran 100 mA

Pada gambar di atas (b) menunjukkan amperemeter dengan batas ukur 100 mA. Jarum menunjukkan skala yang lebih kecil untuk mengetahui besar kuat arus dalam rangkaian secara lebi teliti.
Seringkali amperemeter tidak tersedia di laboratorium sekolah. Karena itu, amperemeter dapat dibuat dengan cara merangkai shunt dan basicmeter. Bagaimana cara pembacaan skalanya ? Untuk mengetahuinya, kita perhatikan gambar berikut :

Rangkaian sunt dan basicmeter, (a) susunan rangkaian,
                                               (b) contoh penunjukan skala
 Pada basicmeter terdapat dua deret skala, yaitu :
-5 0 10 20 30 40 50 atau skala -5 -50
-10 20 40 60 80 100 atau skala -10 -100
Pada gambar rangkaian shunt dan basicmeter (b), jarum menunjuk 30 pada skala -10 -100 atau 15 pada skala -5 -50. Pemilihan skala yang akan dibaca harus disesuaikan dengan batas ukur yang digunakan. Misalnya, amperemeter dengan batas ukur 1 A menggunakan skala -10 -100. Hasil pengukurannya adalah :

                                                    30 / 100 = 0,3 A
          
Apabila batas ukur amperemeter 5 A, skala yang digunakan -5 -50. Hasil pengukurannya adalah :
                                                        
                                                           15 / 100 = 0,15 A

Apabila melalui penampang suatu penghantar, selama t detik mengalir muatan listrik sebanyak Q coulomb, maka kuat arusnya (I) dapat dihitung dengan persamaan :

I = Q / t

Keterangan :
Q    = muatan listrik, satuannya coulomb (C)
t      = waktu, satuannya sekon (s)
I      = kuat arus listrik, satuannya coulomb/sekon atau ampere (A)


Contoh soal :
1.    Dengan melalui sepotong kawat penghantar, dalam waktu 1 menit muatan listrik mengalir sebanyak 300 coulomb. Berapa ampere kuat arus yang mengalir melalui penghantar itu ?
Penyelesaian :
Diketahui :          t = 1 menit = 60 sekon
                         Q = 300 C
Ditanyakan :     I = …. ?
Jawab :
I =  Q / t = (300 C) / (60 s) = 5 C/s = 5 A
2.    Dalam waktu 3 menit, pada sepotong kawat penghantar mengalir arus sebesar 20 A. Berapa coulomb muatan listrik yang dipindahkan dalam penghantar itu ?
Penyelesaian :
Diketahui :        t    = 3 menit = 180 s
                         I   =  20 A
Ditanyakan :     Q   = … ?
Jawab :
I = Q / t
Q = I x t
Q = (20 A) x (180 s)
Q = 3600 C

Saturday, 24 May 2014

Ikan Kanibal Bergigi Tajam Kagetkan Pengunjung Pantai

Para pengunjung dermaga Jennette's Pier di Nags Head, North Carolina, Amerika Serikat pekan lalu dibuat terkejut bukan kepalang saat seekor ikan mengerikan dan bertaring terdampar hidup-hidup di pantai.

Ikan tersebut diidentifikasi sebagai lancetfish bermoncong panjang (Alepisaurus ferox), predator noktunal --tidur di siang hari dan aktif di malam hari--yang jarang terlihat di pantai. Ikan tersebut tak hanya dikenal karena taring besar dan sirip punggung yang panjang, tetapi juga karena mereka makan spesies mereka sendiri. Kanibal.

Lancetfish yang ditemukan di North Carolina masih hidup ketika terdampar di pantai, tapi ketika dimasukkan ke air yang lebih dalam, ia kembali terdampar. "Yang menandakan bahwa ia mungkin sakit," demikian menurut Nature World News, seperti Liputan6.com kutip dari situs sains LiveScience, Selasa (20/5/2014)

Karena lancetfish itu relatif jarang yang menghuni laut terbuka, hanya sedikit yang diketahui tentang siklus hidupnya. Di usia remaja, ikan tersebut hermafrodit --memiliki organ seks jantan dan betina sekaligus-- meski tak ada bukti ada hermafrodit kala dewasa.

Lancetfish juga dikenal sebagai handsaw fish -- ikan gergaji tangan, karena sirip punggung mereka yang panjang dan bergerigi. Ikan tersebut tak punya sisik, kulitnya dipenuhi pori-pori. Nama ilmiah mereka, Alepisaurus, diterjemahkan sebagai "kadal tak bersisik".

Tubuh Lancetfish bisa mencapai panjang 2 meter. Ikan ini biasanya mencari makan pada malam hari. Di samping memangsa sesamanya, mereka juga memakan hewan crustacea, cumi, atau ikan kecil lainnya.

Sebaliknya, lancetfish dimangsa oleh anjing laut, hiu, dan ikan besar lainnya termasuk tuna. Ikan itu tidak dianggap ikan yang baik untuk dikonsumsi manusia, karena otot-otot mereka mengandung banyak air, membuat dagingnya lembek.

Para nelayan menganggap lancetfish sebagai 'sampah', dan menjadikannya umpan untuk memancing ikan berharga lain seperti tuna.

Fakta otot-otot mereka mengandung banyak air, membuat lancetfish bisa bergerak cepat, mengejar mangsa lain, sehingga ilmuwan berspekulasi ikan tersebut merupakan predator penyergap.

Lancetfish sering ditemukan di perairan terbuka di di seluruh lautan tropis dan subtropis, dan kerap melakukan perjalanan jauh hingga Greenland dan Islandia.