This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Sunday, 11 May 2014

S&P Upgrade Outlook Portugal

Ramanurkholiq.blogspot.com- Standard & Poor’s Ratings Service pada hari Jumat meng-upgrade outlook Portugal menjadi stabil dari sebelumnya negatif, mengacu dari kinerja ekonomi dan anggaran negara yang telah melampaui harapan. Pemerintah Portugal pada awal pekan ini mengatakan bahwa mereka tidak lagi membutuhkan bailout dari kreditur internasional dan akan segera keluar dari program bantuan pendanaan 3 tahun.
S&P menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan pada penggabungan penilaian terhadap metrik kredit Portugal yang mulai stabil dan berkurangnya resiko yang bisa menyebabkan upgrade atau downgrade sepanjang 1 tahun ke depan.
Sementara S&P masih menahan rating kredit jangka panjang Portugal pada ‘BB’. (vid)

Sumber : http://www.monexnews.com

Pertumbuhan Output Pabrik di Inggris Raih Kuartal Terbaik Sejak 1999

Ramanurkholiq.blogspot.com-  Outout pabrik di Inggris bertumbuh dengan laju paling cepat untuk tingkat kuartalan dalam hampir selama 15 tahun pada kuartal pertama tahun 2014, menurut data pemerintah pada hari Jumat, menguatkan harapan bahwa perekonomian mulai kembali seimbang. Office for National Statistics mengatakan bahwa output sektor manufaktur bertumbuh sebesar 1.4% di kuartal pertama tahun 2014, naik dari 0.9% pada dalam tempo 3 bulan hingga Februari. Ini merupakan laju pertumbuhan terkuat untuk periode kuartalan sejak Oktober 2010, dan kuartal terbaik sejak kuartal ketiga tahun 2999, seiring sektor manufaktur pulih dari keterpurukan tajam pasca krisis keuangan.
Sektor manufaktur telah tertinggal oleh sektor lainnya dalam perekonomian, dan masih 7.6% di bawah level pada kuartal pertama tahun 2008, output perekonomian secara keseluruhan mencapai level tinggi. Namun ONS mervisi turun estimas pertumbuhan untuk sektor industri yang lebih luas menjadi 0.7% dari 0.8% yang telah termasuk dalam estimasi GDP kuartal pertama yang dirilis akhir bulan lalu. Namun revisi tersebut, saat digabungnkan dengan revisi kenaikan pada output kuartalan sektor konstruksi, hanya akan memiliki dampak yang sangat sedikit terhadap GDP kuartal pertama secara keseluruhan, ucap ONS.

Sumber : http://www.monexnews.com

NIESR Revisi Naik Proyeksi GDP Inggris

Ramanurkholiq.blogspot.com- Perekonomian Inggris akan bertumbuh lebih cepat dai perkiraan sebelumnya tahun ini dan akan menembus puncak pada Januari 2008 lalu dalam beberapa bulan kedepan, menurut badan riset ekonomi ternama pada hari Jumat. National Institute of Economic and Social Research (NIESR) memperkirakan perekonomian untuk bertumbuh dengan laju 2.9% tahun ini, merevisi naik perkiraannya dari 2.5% di bulan Februari. NIESR juga menaikkan prediksi untuk tingkat pertumbuhan di tahun 2015 menjadi 2.4% dari 2.1% di bulan Februari. NIESR memperkirakan tingkat pertumbuhan akan bertahan di sekitar 2.4% pada tahun 2016 dan 2017.
Jack Meaning, anggota riset di NIESR, mengatakan revisi naik ini terjadi karena tingkat pertumbuhan yang kuat di kuartal pertama tahun ini, pulihnya tingkat konsumsi, dan membaiknya outlook investasi. Perekonomian Inggris meraih tingkat pertumbuhan yang lebih cepat dari perkiraan tahun lalu, ditopang oleh tingkat suku bunga rendah, inflasi yang jinak, dan kuatnya pasar sektor perumahan. Laju kenaikan harga rumah Inggris saat ini telah mulai membuat sejumlah petinggi Bank of England cemas, yang mana berada di bawah tekanan untuk mengambil langkah guna menghindari penggelembungan pada sektor properti. Data belakangani ni menunjukkan pasar sektor perumahan sedikit melambat di bulan April, namun harga rumah masih berada di level tinggi. Suku bunga rendah dan skema yang disponsori oleh pemerintah telah memicu pemulihan yang kuat pada pasar sektor perumahan sejak keterpurukan saat krisis keuangan tahun 2008-2009 silam, dengan kekurangan pada suplai rumah baru menambah tekanan naik pada harga rumah.

Sumber : http://www.monexnews.com

Indikator Tenaga Kerja JOLTS Mengalami Perbaikan

Ramanurkholiq.blogspot.com-Indikator tenaga kerja yang turut dipantau oleh The Fed, yakni JOLTS – jobs opening yang mengukur jumlah lowongan pekerjaan yang dibuka selama bulan April di luar industri pertanian dilaporkan tumbuh 4.01 juta lowongan, meleset dibawah perkiraan 4.21 juta, dan lebih rendah dibanding bulan sebelumnay di level 4.13.
Laporan JOLTS ini meski sedikit menurun, namun secara keseluruhan mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS berhasil membaik 3.5% YoY dibanding sebelumnya 2.7%.
Laporan lainnya yakni Wholesale inventories terakumulasi lebih tinggi ke 1.1% di bulan Maret, melampaui ekspektasi untuk 3 bulan berturut-turut yang semuanya terjadi di Q1 2014. Kenaikan inventaris pada berbagai grosir selama Q1 berarti negatif untuk laju spending berbagai bisnis, karena menumpuknya barang yang belum laku.

Sumber : http://www.monexnews.com

Friday, 9 May 2014

Rusia Belum Menarik Tentara Dari Perbatasan Ukraina

  AS masih bersikap skeptis dengan Rusia meski Presiden Vladimir Putin telah utarakan menarik pasukan dari wilayah perbatasan Ukraina. Duta besar AS untuk Ukraina, Geoffrey Pyatt, mengatakan pemerintah AS tidak melihat aksi nyata dari pernyataan Rusia. AS belum melihat penarikan pasukan Rusia dari wilayah perbatasan Ukraia. NATO juga mengkonfirmasi hal tersebut setelah sebelumnya utarakan ada 40.000 tentara Rusia yang berada dekat perbatasan.
Kondisi di Ukraina masih cukup panas seiring pihak separatis pro-Rusia bersiap untuk melakukan referendum yang akan menentukan masa depan dua provinsi Ukraina. AS menuding Rusia berada di belakang aksi separatis dan tidak puas dengan rendahnya komitmen Rusia untuk meredakan gejolak di Ukraina. "Jika tentara Rusia terus memperburuk situasi maka AS dan Eropa akan menaikan biaya yang akan ditanggung oleh perekonomian Rusia," tutur Pyatt ketika diwawancarai oleh CNBC. Sebagai wujud keseriusan, AS telah menjatuhkan sanksi kepada bank Rusia, Tempbank, namun bukan karena gejolak Ukraina melainkan keterkaitan Tempbank dalam krisis Syria. (fr)

Sumber : http://www.monexnews.com

Angka Inflasi April Dorong China untuk Longgarkan Sabuk Moneter

  Inflasi konsumen China melambat pada bulan April dalam laju yang lebih cepat dibandingkan perkiraan. Lambatnya kenaikan harga diyakini akan memaksa pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang lebih suportif.
Consumer price index (CPI) China edisi April naik 1.8% dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Hasil itu lebih rendah dibandingkan ekspektasi pelaku pasar (2%) dan juga di bawah rasio kenaikan tahunan pada bulan Maret, 2.4%. Penurunan harga bahan pangan menyeret penurunan harga komponen inflasi inti. Harga sayur mayur anjlok 7.9% dibandingkan 12 bulan lalu dan harga daging babi turun 7.2%. Fakta ini kian menghambat upaya pencapaian inflasi ideal karena pada bulan Maret lalu, harga sayur mayur dan daging babi sudah melemah 12.9% dan 6.7%.
Menurut lembaga keuangan Bank of America Merrill-Lynch, jumlah konsumsi dan investasi memang melemah di China. Konsumsi menurun di tengah maraknya kampanye anti-korupsi yang dilancarkan oleh beragam golongan masyarakat dan pemerintah. Artinya masyarakat kelas atas yang selama ini menjadi konsumen terbesar bagi pelaku ekonomi mulai terpengaruh oleh gerakan anti-korupsi. Sayangnya di saat yang sama, pertumbuhan upah minimal juga sangat rendah sehingga warga China tidak terlalu jor-joran dalam membelanjakan uangnya.
Sementara tim analis Nomura mengutarakan kekhawatirannya terhadap gejala perlambatan di sektor properti. Ekonom Nomura mengklaim kelesuan di sektor ini berdampak pada perlambatan laju ekonomi. "Kami yakin bahwa pelemahan sektor properti telah dimulai dan akan mengancam pertumbuhan tahun 2014," ulas Nomura dalam laporannya.
Untuk mengatasi inflasi rendah, kedua bank tersebut menilai akan ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh People's Bank of China (PBOC). Otoritas bisa saja merilis kebijakan baru yang bertujuan untuk menambah likuiditas uang di sistem finansial. Caranya bisa dengan menjaga bunga antar bank supaya tetap rendah dan merancang pelemahan kurs Yuan. Sebagai tambahan, pemerintah juga mempunyai ruang untuk meluncurkan stimulus mini serta mempercepat belanja fiskal guna mengerek permintaan. Pelonggaran moneter adalah suatu keniscayaan bagi bank sentral bila ingin tingkat harga konsumennya naik ke level ideal. 
Merrill-Lynch memprediksi inflasi harga konsumen akan naik ke sekitar 2.3% di bulan Mei, dengan mempertimbangkan stabilitas harga bahan pangan. Sementara Nomura memperkirakan inflasi CPI akan naik bertahap dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi. Nomura melihat inflasi akan menyentuh 2.6% di kuartal II dan 2.8% di akhir tahun mendatang atau sama dengan catatan inflasi 2013.

Sumber : http://www.monexnews.com


15 Mei, Pekerja Restoran Demo UMR di 150 Kota AS

Sebanyak 150 kota di Amerika Serikat akan diserbu demonstrasi besar-besaran pada tanggal 15 Mei mendatang. Aksi protes ini diprakarsai oleh serikat tenaga kerja restoran cepat saji (fastfood) untuk menuntut pembayaran upah yang lebih layak.
Selain di 150 kota, rencana demonstrasi kemungkinan juga diikuti oleh pekerja restoran fastfood di 33 negara. Rencana aksi protes besar-besara semakin menguat setelah beberapa orang menggelar unjuk rasa di depan gerai McDonald's di kota New York pada hari Rabu kemarin. Mereka menuntut pemerintah kota dan pelaku bisnis untuk menaikkan upah minimum dan menghormati hak-hak pekerja.
Pergerakan massa berawal pada tahun 2012 lalu di New York, dan kemudian menyebar ke kota-kota besar lainnya termasuk Boston, Chicago, Denver, Houston, Los Angeles dan Memphis. Pengunjuk rasa didominasi oleh karyawan restoran terkenal seperti McDonald's, Burger King (BKW), Wendy's (WEN) dan Yum! Brands, pemilik merek dagang KFC. Mereka meminta UMR dikerek menjadi $15 per jam dan diberikan ruang untuk membentuk serikat pekerja.
Saat ini upah rata-rata di Amerika baru sebesar $9 per jam atau setara $18.500 per tahun. Jumlah itu $4500 lebih rendah dibandingkan ambang batas hidup layak yang ditetapkan oleh badan sensus, yang sebesar $23000 per tahun. Beberapa karyawan bahkan mengaku tidak pernah makan di tempat mereka bekerja karena dianggap terlalu mahal.
Beberapa organisasi menyatakan dukungannya terhadap rencana aksi demo minggu depan. Serikat pekerja dari berbagai sektor akan ambil bagian dalam unjuk rasa, dan menganggap aksi rekannya yang bekerja di restoran sebagai simbol perlawanan terhadap kesewenangan pemerintah dan pengusaha. Mereka yang menyatakan siap turun ke jalan adalah perwakilan dari serikat pekerja makanan, pertanian, hotel, restoran, catering, tembakau dan Aliansi Pekerja Nasional, yang membawahi 396 serikat pekerja di 126 negara. Belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan di atas terkait dengan rencana demo karyawannya.  

Sumber : http://www.monexnews.com

BI: Cadangan Devisa April Capai 105,6 Miliar Dolar AS

 Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia akhir April 2014 mencapai 105,6 miliar dolar AS, meningkat dari posisi akhir Maret 2014 sebesar 102,6 miliar dolar AS.

"Peningkatan cadangan devisa terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa hasil ekspor migas pemerintah," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Posisi cadangan devisa akhir April 2014 tersebut dapat membiayai 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai kenaikan cadangan devisa berdampak positif terhadap upaya memperkuat ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," ujar Tirta.

Cadangan devisa sejak awal 2014 terus mengalami peningkatan. Pada Januari 2014, cadangan devisa mencapai 100,7 miliar dolar AS kemudian bertambah lagi pada Februari 2014 menjadi 102,7 miliar dolar AS.

Kendati pada Maret sempat menurun sedikit menjadi 102,6 miliar dolar AS, cadangan devisa pada April kembali bertambah sebesar 3 miliar dolar AS menjadi 105,6 miliar dolar AS.

Sumber : http://www.sayangi.com

Thursday, 8 May 2014

Pemerintah Tetap Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sesuai Target

  Pemerintah masih optimistis target pertumbuhan ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 dapat tercapai, meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan pada triwulan I-2014.
Untuk dapat mencapai target tersebut, investasi diharapkan dapat meningkat seiring dengan adanya kepastian politik di dalam negeri. “Saya kira ini tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan pertumbuhan. Meskipun angka 5 persen boleh dikatakan sebetulnya di bawah target, namun secara global masih tetap baik,” demikian dikatakan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo di Jakarta.
Menurutnya, ekonomi Indonesia di mata dunia masih cukup baik, hal ini terlihat dari laporan terbaru Bank Dunia yang menyatakan bahwa Indonesia masuk 10 ekonomi besar dunia. “Itu kita bangga bahwa apa yang kita lakukan sudah tercapai,” urainya.
Ia menambahkan, pemerintah hingga saat ini tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,7-5,8 persen. Menurutnya, hal tersebut dapat direalisasikan dengan mengandalkan investasi pada tiga triwulan ke depan, mengingat pada triwulan I ini investor masih cenderung wait and see terkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). “Investasi meskipun meningkat (triwulan I) tapi belum secepat yang diharapkan. Ya mudah-mudahan remaining year at least kita bisa mencapai angka yang lebih tinggi dibanding sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Internasional Indonesia (BII) Juniman memprediksi, hingga akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 5,3-5,6 persen. Untuk triwulan II-2014 sendiri, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,4 persen, yang didorong oleh peningkatan konsumsi pemerintah karena menghadapi pemilihan presiden dan mulai membaiknya ekonomi global.
Perbaikan ekonomi global tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatan permintaan dan harga komoditas, sehingga kinerja ekspor akan mengalami perbaikan. “Untuk triwulan III pertumbuhan ekonomi saya prediksikan akan sebesar 5,7 persen dan triwulan berikutnya sebesar 5,9 persen. Dalam dua triwulan ini akan ada euforia election,” pungkasnya.

Sumber : http://www.monexnews.com