Inflasi konsumen China melambat pada bulan April dalam laju yang lebih cepat dibandingkan perkiraan. Lambatnya kenaikan harga diyakini akan memaksa pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang lebih suportif.
Consumer
price index (CPI) China edisi April naik 1.8% dibandingkan periode yang
sama tahun 2013. Hasil itu lebih rendah dibandingkan ekspektasi pelaku
pasar (2%) dan juga di bawah rasio kenaikan tahunan pada bulan Maret,
2.4%. Penurunan harga bahan pangan menyeret penurunan harga komponen inflasi
inti. Harga sayur mayur anjlok 7.9% dibandingkan 12 bulan lalu dan
harga daging babi turun 7.2%. Fakta ini kian menghambat upaya pencapaian
inflasi ideal karena pada bulan Maret lalu, harga sayur mayur dan
daging babi sudah melemah 12.9% dan 6.7%.
Menurut
lembaga keuangan Bank of America Merrill-Lynch, jumlah konsumsi dan
investasi memang melemah di China. Konsumsi menurun di tengah maraknya
kampanye anti-korupsi yang dilancarkan oleh beragam golongan masyarakat
dan pemerintah. Artinya masyarakat kelas atas yang selama ini menjadi
konsumen terbesar bagi pelaku ekonomi mulai terpengaruh oleh gerakan
anti-korupsi. Sayangnya di saat yang sama, pertumbuhan upah minimal juga
sangat rendah sehingga warga China tidak terlalu jor-joran dalam
membelanjakan uangnya.
Sementara
tim analis Nomura mengutarakan kekhawatirannya terhadap gejala
perlambatan di sektor properti. Ekonom Nomura mengklaim kelesuan di
sektor ini berdampak pada perlambatan laju ekonomi. "Kami yakin bahwa
pelemahan sektor properti telah dimulai dan akan mengancam pertumbuhan
tahun 2014," ulas Nomura dalam laporannya.
Untuk
mengatasi inflasi rendah, kedua bank tersebut menilai akan ada beberapa
perubahan yang dilakukan oleh People's Bank of China (PBOC). Otoritas
bisa saja merilis kebijakan baru yang bertujuan untuk menambah
likuiditas uang di sistem finansial. Caranya bisa dengan menjaga bunga
antar bank supaya tetap rendah dan merancang pelemahan kurs Yuan.
Sebagai tambahan, pemerintah juga mempunyai ruang untuk meluncurkan
stimulus mini serta mempercepat belanja fiskal guna mengerek permintaan.
Pelonggaran moneter adalah suatu keniscayaan bagi bank sentral bila
ingin tingkat harga konsumennya naik ke level ideal.
Merrill-Lynch
memprediksi inflasi harga konsumen akan naik ke sekitar 2.3% di bulan
Mei, dengan mempertimbangkan stabilitas harga bahan pangan. Sementara
Nomura memperkirakan inflasi CPI akan naik bertahap dalam beberapa bulan
ke depan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi. Nomura melihat
inflasi akan menyentuh 2.6% di kuartal II dan 2.8% di akhir tahun
mendatang atau sama dengan catatan inflasi 2013.
Sumber : http://www.monexnews.com







0 komentar:
Post a Comment