Untuk
dapat mencapai target tersebut, investasi diharapkan dapat meningkat
seiring dengan adanya kepastian politik di dalam negeri. “Saya kira ini
tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan pertumbuhan. Meskipun angka
5 persen boleh dikatakan sebetulnya di bawah target, namun secara
global masih tetap baik,” demikian dikatakan Wakil Menteri Perencanaan
Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo di Jakarta.
Menurutnya, ekonomi Indonesia
di mata dunia masih cukup baik, hal ini terlihat dari laporan terbaru
Bank Dunia yang menyatakan bahwa Indonesia masuk 10 ekonomi besar dunia.
“Itu kita bangga bahwa apa yang kita lakukan sudah tercapai,” urainya.
Ia
menambahkan, pemerintah hingga saat ini tetap menargetkan pertumbuhan
ekonomi di kisaran 5,7-5,8 persen. Menurutnya, hal tersebut dapat
direalisasikan dengan mengandalkan investasi pada tiga triwulan ke
depan, mengingat pada triwulan I ini investor masih cenderung wait and
see terkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). “Investasi meskipun
meningkat (triwulan I) tapi belum secepat yang diharapkan. Ya
mudah-mudahan remaining year at least kita bisa mencapai angka yang
lebih tinggi dibanding sekarang,” jelasnya.
Sementara
itu, Kepala Ekonom Bank Internasional Indonesia (BII) Juniman
memprediksi, hingga akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi akan berada di
kisaran 5,3-5,6 persen. Untuk triwulan II-2014 sendiri, ia memperkirakan
pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,4 persen, yang didorong oleh
peningkatan konsumsi pemerintah karena menghadapi pemilihan presiden dan
mulai membaiknya ekonomi global.
Perbaikan
ekonomi global tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatan
permintaan dan harga komoditas, sehingga kinerja ekspor akan mengalami
perbaikan. “Untuk triwulan III pertumbuhan ekonomi saya prediksikan akan
sebesar 5,7 persen dan triwulan berikutnya sebesar 5,9 persen. Dalam
dua triwulan ini akan ada euforia election,” pungkasnya.
Sumber : http://www.monexnews.com







0 komentar:
Post a Comment